![]() |
| Slank Rilis Lagu “Republik Fufufafa”, Sindiran Negeri Kacau Balau Tuai Nyinyiran Netizen. (Foto: Ist/nexzine) |
NEXZINE.ID - Grup musik rock legendaris Indonesia, Slank, kembali menjadi sorotan publik setelah merilis lagu terbaru berjudul “Republik Fufufafa”. Lagu tersebut langsung memancing perhatian karena liriknya yang lugas, keras, dan sarat kritik sosial terhadap kondisi sebuah negeri yang digambarkan kacau balau akibat keserakahan para pemimpinnya.
Lagu “Republik Fufufafa” diunggah melalui kanal YouTube resmi @musikslank. Dalam karya ini, Slank tetap mempertahankan karakter rock mereka dengan lirik yang frontal dan penuh energi, seolah menyuarakan kegelisahan sosial yang selama ini dirasakan masyarakat.
Beberapa penggalan liriknya berbunyi:
“Aku lahir di negeri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau-sakau
Sakau kuasa sakau narkoba
Dan sakau berjudi”
Reffrain lagu tersebut diulang dengan kalimat “Fufufafa republik”, yang dinilai menjadi simbol sindiran terhadap kondisi negara yang penuh ironi. Slank juga menyinggung isu sosial lain seperti stunting, kurang gizi, hingga rendahnya kecerdasan dan etika masyarakat.
“Negri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey
Pada gak sopan juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu”
Tak hanya dirilis di YouTube, potongan video lagu ini juga diunggah ulang oleh akun Instagram @undercover.id. Dalam video tersebut, Slank tampil dengan identitas rock khas mereka, lengkap dengan riasan wajah bak badut, yang memperkuat pesan satir dalam lagu tersebut.
Namun alih-alih mendapat pujian, perilisan lagu “Republik Fufufafa” justru menuai beragam komentar pedas dari warganet. Sejumlah netizen menyindir Slank dengan mengaitkan lagu tersebut dengan isu politik dan jabatan komisaris.
“Kita masih inget kok lagu salam dua jari 😂,” tulis akun @ii*rt**.
Komentar lain bernada serupa juga bermunculan.
“Aura kasih beli kismis, jatah komisaris abis lagu fufufafa pun rilis. Salam komisaris 👏,” ujar akun @pe*ls**.
“Jatah komisaris habis, lagu pun rilis,” imbuh akun @mo*46**.
Bahkan, ada pula netizen yang menyinggung sikap politik Slank di masa lalu.
“Lah kan dia pendukung Mulyono dari dulu,” tulis akun @ra*ra**.
“Semenjak gabung politik, sejak saat itu juga nggak Slankers lagi 👎,” komentar @dz*ja**.
Hingga kini, pihak Slank belum memberikan pernyataan resmi terkait sindiran netizen tersebut. Meski menuai pro dan kontra, lagu “Republik Fufufafa” kembali menegaskan posisi Slank sebagai band yang konsisten menyuarakan kritik sosial lewat musik, sekaligus memantik diskusi publik di tengah masyarakat.
