TSOpTfOlBSdiBUOoGUGiBSOlBA==
00 month 0000

Headline:

Viral di Media Sosial, Game Theotown Meledak di Indonesia karena Meme Satir Sosial-Politik

Game simulasi kota Theotown viral di Indonesia karena gameplay unik dan meme satir yang menyindir realita sosial-politik, hingga disorot langsung.
Viral di Media Sosial, Game Theotown Meledak di Indonesia karena Meme Satir Sosial-Politik-nexzine.id
Game Theotown Meledak di Indonesia karena Meme Satir Sosial-Politik. (Foto: FB/Theotown Community of Indonesia)

NEXZINE.ID - Game simulasi tata kota berjudul Theotown mendadak viral dan menjadi buah bibir di kalangan gamer Indonesia. Popularitas game ini melejit dalam beberapa pekan terakhir, seiring maraknya unggahan meme satir di media sosial yang menampilkan kondisi kota dalam game menyerupai realita sosial dan politik di Tanah Air.

Fenomena ini membuat Theotown tak hanya dikenal sebagai game simulasi, tetapi juga menjadi medium ekspresi dan guyonan sosial. Para pemain memanfaatkan kebebasan gameplay yang ditawarkan untuk menyampaikan kritik, keresahan, hingga sindiran terhadap kondisi Indonesia melalui visual kota yang mereka bangun di dalam game.

Sebelum membahas lebih jauh soal meme satir yang ramai beredar, Theotown sendiri merupakan game simulasi tata kota yang dikembangkan oleh Lobby Divinus dan dirilis pada 5 Juni 2019. Mengacu pada laman resmi Steam, Theotown menawarkan pengalaman membangun dan mengelola kota secara mendetail dengan gaya visual pixel art.

Dalam game ini, pemain berperan sebagai seorang wali kota yang memiliki kendali penuh atas tata ruang, infrastruktur, dan arah pembangunan kota. Pemain dapat membangun jalan, kawasan pemukiman, pusat industri, hingga sistem transportasi umum seperti terminal bus, stasiun kereta, dan bandara. Tidak hanya itu, pemain juga bisa mengatur rute kendaraan umum hingga memodifikasi tampilan armada transportasi sesuai keinginan.

Theotown juga menghadirkan berbagai tantangan yang merefleksikan masalah perkotaan di dunia nyata. Mulai dari bencana alam, wabah penyakit, tingkat kriminalitas, hingga tekanan ekonomi menjadi bagian dari dinamika permainan. Pemain bahkan dapat membangun landmark ikonik dunia seperti Menara Eiffel, Big Ben, dan Patung Liberty untuk mempercantik kotanya.

Salah satu keunggulan Theotown adalah dukungan plugin atau mod buatan komunitas, yang memungkinkan pemain menambahkan berbagai konten baru ke dalam game. Fleksibilitas inilah yang membuat gaya bermain pemain sangat beragam, mulai dari membangun kota ideal hingga menciptakan kota yang sengaja dibuat kacau.

Di Indonesia, gaya bermain nyeleneh justru menjadi daya tarik utama. Banyak pemain memainkan peran sebagai wali kota yang korup dan tidak berpihak pada warganya. Kebijakan ekstrem seperti menaikkan pajak setinggi mungkin, membangun jalan tol berlebihan, mendirikan pabrik di tengah pemukiman, hingga menggunduli hutan untuk kebun sawit dilakukan demi meraup keuntungan maksimal dalam game.

Kondisi kota yang sengaja dibuat penuh kekacauan ini kemudian dibagikan ke media sosial dalam bentuk meme satir. Visual kota dengan polusi tinggi, kemacetan parah, kawasan industri yang tidak tertata, hingga krisis lingkungan kerap disandingkan dengan narasi yang menyindir kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

Salah satu wadah utama penyebaran meme tersebut adalah grup Facebook Theotown Community of Indonesia. Grup ini tercatat memiliki lebih dari 140.000 anggota dan dipenuhi unggahan tangkapan layar kota buatan pemain yang dibuat semirip mungkin dengan kondisi di Indonesia.

Dalam grup tersebut, para pemain kerap menampilkan kota dengan penggundulan hutan masif, pembukaan lahan sawit, pembangunan tambang di berbagai wilayah, hingga kawasan industri yang berdampingan langsung dengan pemukiman warga. Melalui sejumlah plugin, pemain juga dapat membangun gedung-gedung khas Indonesia seperti Monas, gedung Pertamina, dapur SPPG, hingga gedung DPR.

Beberapa unggahan bahkan menampilkan simulasi kerumunan warga yang digambarkan sedang melakukan aksi unjuk rasa di sekitar gedung-gedung tersebut. Meme-meme ini dinilai merepresentasikan keresahan sosial yang dirasakan sebagian masyarakat, namun dikemas dengan humor satir yang ringan dan mudah dipahami.

Ramainya aktivitas di komunitas ini turut mendorong popularitas Theotown secara signifikan di Indonesia. Game yang sebelumnya relatif niche kini menjadi perbincangan luas, tidak hanya di kalangan gamer, tetapi juga pengguna media sosial secara umum.

Lonjakan popularitas tersebut bahkan menarik perhatian sang developer. Pihak Lobby Divinus diketahui bergabung langsung ke grup Facebook Theotown Community of Indonesia melalui akun resmi Theotown. Kehadiran developer di tengah komunitas disambut antusias oleh para pemain.

Developer mengaku terkejut dengan pertumbuhan jumlah anggota grup yang melonjak drastis. Dalam salah satu interaksi, disebutkan bahwa jumlah anggota komunitas bertambah lebih dari 50.000 orang hanya dalam waktu satu hari, sebuah angka yang jarang terjadi untuk komunitas game simulasi.

Fenomena viralnya Theotown di Indonesia menunjukkan bagaimana sebuah game dapat melampaui fungsi hiburan semata. Melalui kreativitas pemain dan kekuatan media sosial, Theotown menjelma menjadi medium satire yang merefleksikan realita sosial dengan cara yang unik, jenaka, namun tetap relevan dengan konteks kehidupan masyarakat saat ini.

Daftar Isi
Formulir
Tautan berhasil disalin