TSOpTfOlBSdiBUOoGUGiBSOlBA==
00 month 0000

Headline:

Washington Resmi Tetapkan Ramadan 2026, Bukti Dukungan Nyata untuk Umat Muslim

Gubernur Washington Bob Ferguson tetapkan 18 Februari–19 Maret 2026 sebagai Ramadan resmi di negara bagian. Washington jadi yang pertama.
Washington Resmi Tetapkan Ramadan 2026, Bukti Dukungan Nyata untuk Umat Muslim-nexzine.id
Washington Resmi Tetapkan Ramadan 2026, Bukti Dukungan Nyata untuk Umat Muslim. (Foto: Ist/nexzine)

NEXZINE.ID - Bob Ferguson, Gubernur Washington, kembali menunjukkan solidaritas terhadap umat Muslim dengan menetapkan tanggal 18 Februari hingga 19 Maret 2026 sebagai bulan suci Ramadan secara resmi di negara bagian tersebut.

Kebijakan ini menjadikan Washington sebagai negara bagian pertama di Amerika Serikat yang secara formal mengakui Ramadan dan sebelumnya menetapkan Idul Fitri serta Idul Adha sebagai hari libur resmi negara bagian.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi komunitas Muslim dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di Washington.

Deklarasi Resmi dan Isi Dokumen Penetapan

Dalam dokumen resmi yang ditandatangani, Bob Ferguson menyatakan bahwa Ramadan merupakan bulan suci yang dijalankan dengan puasa, doa, perenungan, serta kebersamaan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk ribuan Muslim di wilayah Washington.

Ia menegaskan bahwa ibadah Ramadan memperkuat nilai-nilai penting seperti:

  • Kedermawanan
  • Pengendalian diri
  • Rasa syukur
  • Kepedulian terhadap sesama

Dalam deklarasinya disebutkan:

“Dengan ini saya, Bob Ferguson, Gubernur Negara Bagian Washington, menetapkan 18 Februari–19 Maret 2026, yang bertepatan dengan pelaksanaan bulan suci sebagaimana ditentukan berdasarkan penampakan bulan dan sesuai kalender lunar, sebagai Ramadan di Washington.”

Penetapan ini mengikuti kalender lunar Islam yang bergantung pada penampakan bulan.

Sebelumnya, Idul Fitri dan Idul Adha Sudah Jadi Hari Libur Resmi

Pada 2025, Washington telah lebih dahulu mengesahkan undang-undang yang secara resmi mengakui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur negara bagian.

Kebijakan tersebut menjadikan Washington sebagai negara bagian pertama yang menyetarakan hari besar Islam dengan hari besar agama mayoritas lainnya.

Langkah berkelanjutan ini mempertegas posisi pemerintah negara bagian dalam mendukung keberagaman dan inklusivitas.

Pesan Ramadan Mubarak untuk Komunitas Muslim

Melansir laporan media internasional Andalou, Kamis (26/2/2026), Ferguson juga menyampaikan ucapan “Ramadan Mubarak” kepada komunitas Muslim yang memulai ibadah puasa pekan lalu.

Melalui media sosialnya, ia menegaskan:

“Ramadan Mubarak untuk ribuan Muslim di Washington yang memulai bulan puasa dan ibadah. Negara bagian Washington mendukung komunitas Muslim kami.”

Ia juga menekankan bahwa warga Muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan negara bagian, dengan kontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari:

  • Perekonomian
  • Pelayanan publik
  • Pendidikan
  • Layanan kesehatan
  • Usaha kecil
  • Sektor teknologi
  • Seni dan budaya
  • Organisasi nirlaba dan komunitas

Dampak Kebijakan terhadap Toleransi dan Keberagaman

Penetapan Ramadan secara resmi tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memperkuat pesan tentang inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman agama.

Di tengah dinamika sosial dan politik global, kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif yang memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah dapat mengakomodasi keberagaman keyakinan warganya secara setara.

Dengan pengakuan resmi terhadap Ramadan, Washington mencatatkan sejarah sebagai pelopor dalam pengakuan hari besar Islam di tingkat negara bagian di Amerika Serikat.

https://washingtonredhawks.com/

Daftar Isi
Formulir
Tautan berhasil disalin