![]() |
| Slickorps Ventures dan PT. Otto Media Grup Jalin Kerja Sama Strategis untuk Membangun Ekosistem Digital Keuangan Baru di Asia Tenggara. (Foto: Istimewa) |
NEXZINE.ID - Pada
tanggal 25 Maret, Chief Operating Officer Slickorps Ventures, Miller Acosta,
mengunjungi Jakarta, Indonesia, untuk secara resmi memulai kunjungan ke kantor
pusat PT. Otto Media Grup. CEO PT. Otto Media Grup, Edwin Kertanagara, bersama
tim inti menyambut kedatangan dan menyelenggarakan seremoni penandatanganan
perjanjian kerja sama strategis. Kunjungan ini menandai dimulainya tahap
implementasi nyata dalam kolaborasi kedua pihak di bidang integrasi teknologi
AI dan fintech.
Dalam pertemuan internal yang berlangsung selanjutnya, kedua pihak mengadakan diskusi mendalam mengenai arah kerja sama di masa depan. CEO PT. Otto Media Grup, Edwin Kertanagara, menyatakan bahwa PT. Otto Media Grup, yang awalnya bergerak di bidang pemasaran digital, kini telah membangun ekosistem konten yang lengkap melalui pengembangan konten berbasis AI dan jaringan distribusi global, sehingga menunjukkan kemampuan pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan di pasar Asia Tenggara yang cepat berubah.
Di lokasi seremoni penandatanganan, kedua pihak secara resmi menukar dokumen kerja sama dan berjabat tangan sebagai tanda konfirmasi hubungan kerja sama. Edwin Kertanagara menyatakan bahwa penyelesaian perjanjian kerja sama ini akan membuka banyak peluang bisnis dan pengembangan talenta di berbagai sektor di Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk media, fintech, dan inovasi AI. “Hari ini hanyalah sebuah titik awal. Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan bersama-sama mendorong perkembangan bisnis dan menciptakan lebih banyak hasil yang berdampak,” ujarnya.
Makna kerja sama ini tidak hanya terletak pada integrasi sumber daya, tetapi juga pada terbentuknya sebuah model pengembangan baru. Slickorps Ventures mendorong peningkatan transaksi dan manajemen aset melalui teknologi AI, sementara PT. Otto Media Grup memanfaatkan jaringan kreator dan ekosistem konten untuk membangun kapabilitas distribusi dan pemasaran merek di pasar Asia Tenggara. Kolaborasi kedua pihak ini menandai terbentuknya siklus tertutup yang lengkap, dari kemampuan teknologi hingga ekspresi pasar, sekaligus menghadirkan contoh praktik baru dan banyak peluang inovatif untuk pengembangan ekosistem digital di Asia Tenggara.




