![]() |
| Papua Bukan Tanah Kosong, BEM Untag Banyuwangi Suarakan Solidaritas Lewat Dokumenter Pesta Babi. (Foto: Ist/Nexzine) |
NEXZINE.ID, Banyuwangi - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi pada Rabu (13/5/2026) di lingkungan kampus Untag Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus bentuk solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat adat di Tanah Papua.
Acara ini dihadiri mahasiswa serta masyarakat umum yang turut berdiskusi mengenai kondisi sosial, lingkungan, dan hak hidup masyarakat adat Papua di tengah maraknya eksploitasi sumber daya alam dan ekspansi industri.
Dalam forum tersebut, peserta diajak memahami bahwa Papua bukan sekadar wilayah kaya sumber daya, melainkan ruang hidup yang memiliki sejarah, budaya, dan harapan masyarakat adat yang harus dihormati.
Ketua BEM Untag Banyuwangi, Rofi Udin, menegaskan bahwa kegiatan nobar dokumenter Pesta Babi merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di Papua.
![]() |
| Acara Nobar dan Ketua BEM Untag Banyuwangi. (Foto: Ist/Nexzine) |
“Kami ingin menegaskan bahwa Papua bukan tanah kosong. Ada nyawa, ada adat, dan ada harapan yang hidup di sana. Melalui ‘Pesta Babi’, kami mengirimkan pesan dari Banyuwangi bahwa luka yang dirasakan masyarakat Papua adalah duka yang juga kami rasakan di sini,” ujar Rofi Udin.
Menurutnya, selama ini Papua kerap dipandang hanya dari sisi kekayaan alamnya, sementara suara masyarakat adat perlahan terpinggirkan akibat berbagai bentuk ekspansi dan pembangunan yang tidak berpihak pada warga lokal.
Diskusi yang berlangsung usai pemutaran film juga menyoroti persoalan deforestasi, perampasan ruang hidup masyarakat adat, hingga dugaan praktik kolonialisme gaya baru yang dinilai masih terjadi di sejumlah wilayah Papua.
BEM Untag Banyuwangi berharap kegiatan tersebut dapat membuka kesadaran publik, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia Timur.
Selain menjadi ruang edukasi, agenda tersebut juga menjadi ajakan terbuka bagi mahasiswa untuk terus bersolidaritas dan menyuarakan keadilan sosial bagi masyarakat adat Papua.
Dengan mengangkat tema “Papua Bukan Tanah Kosong”, BEM Untag Banyuwangi menegaskan bahwa perjuangan masyarakat adat Papua bukan hanya isu lokal, melainkan persoalan kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian bersama.

