![]() |
| Polemik Nafkah Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Benarkah Capai Rp225 Juta per Bulan? Ini Faktanya. (Foto:AI/Nexzine) |
NEXZINE.ID - Hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik. Setelah resmi berpisah, keduanya beberapa kali menjadi perbincangan karena berbagai isu terkait pengasuhan anak.
Belakangan, publik dibuat kaget dengan pernyataan kuasa hukum Ruben Onsu yang menyebut bahwa presenter ternama tersebut selama ini mengeluarkan biaya hingga Rp225 juta per bulan untuk kebutuhan ketiga anaknya, yakni Betrand Peto, Thalia Onsu, dan Thania Onsu.
Angka fantastis tersebut langsung memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan detail pengeluaran yang dimaksud, sementara sebagian lainnya menilai hal tersebut menunjukkan tanggung jawab Ruben sebagai seorang ayah.
Lalu, bagaimana sebenarnya fakta di balik polemik nafkah anak Ruben Onsu dan Sarwendah? Berikut ulasan lengkapnya.
Kronologi Polemik Nafkah Anak Ruben Onsu
Persoalan ini mencuat setelah pihak Sarwendah mengungkapkan bahwa Ruben Onsu disebut tidak lagi memberikan nafkah kepada anak-anaknya sejak akhir tahun 2025.
Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di kalangan publik. Tidak sedikit yang mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, mengingat Ruben selama ini dikenal dekat dengan anak-anaknya.
Menanggapi isu yang berkembang, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, akhirnya memberikan penjelasan kepada media.
Menurut Minola, penghentian sementara nafkah bukan dilakukan tanpa alasan. Ia menilai kliennya selama ini telah menjalankan tanggung jawab sebagai ayah dengan baik.
Benarkah Nafkah Anak Mencapai Rp225 Juta Per Bulan?
Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah angka Rp225 juta per bulan yang disebut sebagai biaya yang selama ini dikeluarkan Ruben untuk kebutuhan anak-anaknya.
Menurut Minola Sebayang, nominal tersebut mencakup berbagai kebutuhan anak yang selama ini dibayarkan oleh Ruben.
Tidak hanya kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, sejumlah pengeluaran tambahan juga disebut ikut ditanggung oleh mantan suami Sarwendah tersebut.
Angka tersebut tentu menjadi sorotan karena jauh di atas rata-rata biaya pengasuhan anak pada umumnya.
Meski demikian, pihak Ruben menilai hal itu merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab terhadap masa depan ketiga anaknya.
Alasan Ruben Onsu Menghentikan Sementara Nafkah
Dalam penjelasannya, Minola Sebayang mengungkapkan bahwa penghentian sementara nafkah dilakukan karena Ruben merasa haknya untuk bertemu anak-anak tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, terdapat kesepakatan yang memberikan kesempatan bagi Ruben untuk bertemu dan berkumpul bersama anak-anaknya beberapa hari dalam seminggu.
Namun, pihak Ruben menilai hak tersebut tidak sepenuhnya terlaksana.
Karena itulah Ruben disebut mengambil langkah menghentikan sementara pembayaran biaya anak sebagai bentuk protes atas kondisi yang terjadi.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian mendukung langkah Ruben, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa urusan nafkah dan hak bertemu anak seharusnya dipisahkan.
Pengeluaran yang Jadi Sorotan Publik
Selain nominal Rp225 juta per bulan, pernyataan Minola mengenai rincian pengeluaran tertentu juga menarik perhatian.
Salah satu yang ramai dibahas adalah biaya kebutuhan rumah tangga yang disebut mencapai jutaan rupiah setiap bulan.
Pernyataan tersebut membuat publik penasaran mengenai detail pengeluaran yang selama ini ditanggung Ruben.
Meski tidak semua rincian dipublikasikan secara lengkap, pengacara Ruben menegaskan bahwa kliennya selama ini sering memenuhi berbagai permintaan biaya yang diajukan demi kenyamanan dan kebutuhan anak-anak.
Dampak Perceraian terhadap Pengasuhan Anak
Kasus Ruben Onsu dan Sarwendah sebenarnya menggambarkan persoalan yang cukup sering terjadi setelah perceraian.
Tidak sedikit pasangan yang mengalami perbedaan pandangan terkait:
- Hak asuh anak
- Jadwal pertemuan orang tua
- Pembiayaan pendidikan
- Kebutuhan sehari-hari anak
- Komunikasi pasca perceraian
Para ahli keluarga umumnya menekankan bahwa kepentingan terbaik anak harus menjadi prioritas utama.
Karena itu, komunikasi yang baik antara kedua orang tua menjadi faktor penting agar tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal meski orang tuanya telah berpisah.
Mengapa Isu Ini Menjadi Perhatian Publik?
Sebagai figur publik, kehidupan Ruben Onsu dan Sarwendah memang kerap menjadi sorotan.
Selain dikenal sebagai pasangan yang pernah memiliki citra keluarga harmonis, keduanya juga memiliki basis penggemar yang besar.
Ketika muncul isu mengenai nafkah anak, perhatian publik pun otomatis meningkat karena menyangkut:
1. Nominal yang Fantastis
Angka Rp225 juta per bulan dianggap sangat besar dan tidak biasa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.
2. Kepentingan Anak
Publik umumnya sensitif terhadap isu yang berkaitan dengan kesejahteraan dan masa depan anak.
3. Konflik Pasca Perceraian
Kasus ini juga membuka diskusi mengenai tantangan yang sering muncul setelah pasangan memutuskan berpisah.
Bagaimana Kondisi Terbaru?
Hingga saat ini, belum ada tanggapan terbaru dari pihak Sarwendah terkait pernyataan Minola Sebayang mengenai nominal nafkah dan alasan penghentian sementara pembayaran biaya anak.
Karena itu, publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari kedua belah pihak.
Yang jelas, polemik ini kembali menunjukkan bahwa persoalan keluarga figur publik sering kali menjadi konsumsi masyarakat luas, terutama ketika menyangkut hak dan kebutuhan anak.
Polemik nafkah anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah muncul klaim bahwa Ruben mengeluarkan biaya hingga Rp225 juta per bulan untuk ketiga anaknya.
Pihak Ruben melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa angka tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai ayah. Sementara penghentian sementara nafkah disebut berkaitan dengan persoalan hak bertemu anak pasca perceraian.
Terlepas dari perdebatan yang terjadi, banyak pihak berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan dan masa depan anak-anak mereka.
