![]() |
| Zulkifli Hasan Targetkan 40 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi pada Agustus 2026. (Foto: Ist/Nexzine) |
NEXZINE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan sebanyak 30 ribu hingga 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih dapat terbentuk dan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat berdialog dengan awak media di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2026).
Pemerintah saat ini menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sekitar seribu koperasi telah diresmikan sebagai proyek percontohan. Pemerintah kini mempercepat proses pembentukan koperasi agar puluhan ribu unit lainnya dapat beroperasi dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Zulkifli Hasan, target realistis yang ingin dicapai pada Agustus 2026 adalah antara 30 ribu hingga 40 ribu koperasi yang telah siap menjalankan aktivitas layanan kepada masyarakat.
Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfokus pada pendirian bangunan fisik.
Pemerintah terlebih dahulu harus menyelesaikan sejumlah tahapan penting, antara lain:
- Pembentukan badan hukum koperasi.
- Penyusunan struktur kelembagaan.
- Penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
- Persiapan sistem operasional koperasi.
- Perekrutan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi.
Setelah tahapan pembangunan dan administrasi selesai, pemerintah akan memasuki fase berikutnya berupa perekrutan manajer profesional.
Proses tersebut diperkirakan mulai berlangsung pada September 2026 guna memastikan koperasi dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi perhatian karena merupakan salah satu proyek ekonomi desa terbesar yang sedang dijalankan pemerintah.
Jika target 80 ribu koperasi tercapai, maka hampir seluruh desa dan kelurahan di Indonesia akan memiliki pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi.
Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.
Selain itu, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah, bukan hanya bertumpu pada pusat-pusat ekonomi besar di perkotaan.
Pemerintah menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan berbagai manfaat langsung bagi masyarakat.
Beberapa fungsi yang direncanakan antara lain:
- Menjadi pusat distribusi pupuk bagi petani.
- Menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.
- Menyediakan layanan simpan pinjam dan ekonomi mikro.
- Menjadi pusat perdagangan kebutuhan pokok.
- Mendukung aktivitas ekonomi produktif di desa.
Menurut Zulhas, desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Dengan adanya koperasi yang terorganisasi, pemerintah berharap kesejahteraan warga desa dapat meningkat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Koperasi Desa Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai lembaga usaha biasa, tetapi sebagai pusat layanan ekonomi terpadu bagi masyarakat desa.
Konsep ini menggabungkan berbagai layanan yang selama ini tersebar di banyak lembaga menjadi satu ekosistem yang lebih mudah diakses warga.
Jika berjalan sesuai target, keberadaan puluhan ribu koperasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap modal usaha, distribusi pangan, hingga layanan ekonomi dasar lainnya.
Program ini juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat akar rumput.
Pemerintah menargetkan 30 ribu hingga 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus 2026 sebagai bagian dari target besar pembentukan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berharap desa dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian nasional.
